Sabtu, 14 Januari 2012

DEFINISI MULTIMEDIA

DEFINISI MULTIMEDIA, Multimedia sebenarnya adalah suatu istilah generik bagi suatu media yang menggabungkan berbagai macam media baik untuk tujuan pembelajaran maupun bukan. Keragaman media ini meliputi teks, audio, animasi, video, bahkan simulasi. Tay (2000) memberikan definisi multimedia sebagai :
Kombinasi teks, grafik, suara, animasi dan video. Bila pengguna mendapatkan keleluasaan dalam mengontrol maka hal ini disebut multimedia interaktif.

Lalu bagaimana dengan istilah multimedia pembelajaran? Hooper (2002)  menyebutkan bahwa multimedia sebagai media presentasi berbeda dari multimedia sebagai media pembelajaran. Media presentasi tidak menuntut pengguna berinteraktivitas secara aktif  di dalamnya; sekalipun ada interaktivitas maka interaktivitas tersebut adalah interaktivitas yang samar (covert). Media pembelajaran melibatkan pengguna dalam aktivitas-aktivitas yang menuntut proses mental di dalam pembelajaran. Dari perspektif ini aktivitas mental spesifik yang dibutuhkan di dalam terjadinya pembelajaran dapat dibangkitkan melalui manipulasi peristiwa-peristiwa instruksional (instructional events) yang sistematis. Di sini Hooper secara tegas menyatakan peran penting suatu desain instruksional di dalam multimedia pembelajaran (educational multimedia). Dengan demikian multimedia pembelajaran adalah paket multimedia interaktif di mana di dalamnya terdapat langkah-langkah instruksional yang didisain untuk melibatkan pengguna secara aktif di dalam proses pembelajaran.

Istilah yang spesifik bagi suatu paket pembelajaran berbasis komputer adalah CAI (Computer Assisted Instruction), CAL (Computer Assisted Learning) atau CBL (Computer Based Learning). Paket-paket ini tidak secara eksplisit mencantumkan multimedia di dalamnya. Jadi bisa saja paket-paket tersebut memang merupakan multimedia dalam arti luas (mengandung teks, audio, animasi, video, bahkan simulasi) atau hanya terbatas mengandung beberapa media seperti teks dan gambar saja. Apapun media yang dikandungnya, ketiganya secara eksplisit menekankan adanya instruksional yang didesain di dalamnya. Dengan kata lain di dalam pengembangan CAI, CAL atau CBL suatu desain instruksional menjadi kerangka yang mencirikan paket-paket tersebut. Paket yang dirancang dengan pendekatan behavioristik tentu berbeda dengan paket dengan pendekatan kognitif. Sekalipun ketiganya memiliki kesamaan tetapi dari nama yang dikandungnya ketiganya memiliki arti yang berbeda.

Sangat penting bagi seorang pengembang multimedia pembelajaran untuk mengetahui makna dari istilah-istilah seperti CAI, CAL dan CBL. Pemahaman akan istilah-istilah ini penting dalam menentukan paket mana yang akan dikembangkan dan instruksi macam apa yang akan diberikan. CAI, secara umum, bermakna instruksi pembelajaran dengan bantuan komputer yang memiliki karakteristik yang khas : menekankan belajar mandiri, interaktif, dan menyediakan bimbingan (Steinberg, 1991). CAL memiliki arti dan karakteristik yang senada dengan CAI (Rieber, 2000). Sekalipun di sini CAI atau CAL menekankan belajar mandiri hal ini tidak serta merta menunjukkan bahwa CAI atau CAL merupakan suatu medium utama dalam pembelajaran. Pada kenyataannya CAI atau CAL lebih banyak berfungsi sebagai medium pengayaan (enrichment) bagi medium utama, baik medium utama tersebut adalah guru yang mengajar di depan kelas atau buku pelajaran utama yang wajib dibaca oleh siswa. Sementara CBL , sesuai dengan namanya, menunjukkan bahwa komputer dipakai sebagai medium utama dalam memberikan pembelajaran. Pada CBL sebagian besar kandungan dari pembelajaran (the bulk of the content) memang disampaikan melalui medium komputer (Rieber, ibid). CBL, misalnya,  cocok diberikan pada kasus pendidikan jarak jauh. Perbedaan arti dari CAI, CAL dan CBL ini tentu saja mempengaruhi desain instruksional yang dirancang bagi paket-paket tersebut. 

Refrensi
Barton, R.(2004).Teaching Secondary Science with ICT. London: Open University Press.
Bates, A.W.(1995).Technology, Open Learning And Distance Education. London: Routledge.
Fenrich, P. (1997). Practical Guidelines For Creating Instructional Multimedia Applications. Forth Worth : The Dryden Press.

DEFINISI MULTIMEDIA

DEFINISI MULTIMEDIA, Multimedia sebenarnya adalah suatu istilah generik bagi suatu media yang menggabungkan berbagai macam media baik untuk tujuan pembelajaran maupun bukan. Keragaman media ini meliputi teks, audio, animasi, video, bahkan simulasi. Tay (2000) memberikan definisi multimedia sebagai :
Kombinasi teks, grafik, suara, animasi dan video. Bila pengguna mendapatkan keleluasaan dalam mengontrol maka hal ini disebut multimedia interaktif.

Lalu bagaimana dengan istilah multimedia pembelajaran? Hooper (2002)  menyebutkan bahwa multimedia sebagai media presentasi berbeda dari multimedia sebagai media pembelajaran. Media presentasi tidak menuntut pengguna berinteraktivitas secara aktif  di dalamnya; sekalipun ada interaktivitas maka interaktivitas tersebut adalah interaktivitas yang samar (covert). Media pembelajaran melibatkan pengguna dalam aktivitas-aktivitas yang menuntut proses mental di dalam pembelajaran. Dari perspektif ini aktivitas mental spesifik yang dibutuhkan di dalam terjadinya pembelajaran dapat dibangkitkan melalui manipulasi peristiwa-peristiwa instruksional (instructional events) yang sistematis. Di sini Hooper secara tegas menyatakan peran penting suatu desain instruksional di dalam multimedia pembelajaran (educational multimedia). Dengan demikian multimedia pembelajaran adalah paket multimedia interaktif di mana di dalamnya terdapat langkah-langkah instruksional yang didisain untuk melibatkan pengguna secara aktif di dalam proses pembelajaran.

Istilah yang spesifik bagi suatu paket pembelajaran berbasis komputer adalah CAI (Computer Assisted Instruction), CAL (Computer Assisted Learning) atau CBL (Computer Based Learning). Paket-paket ini tidak secara eksplisit mencantumkan multimedia di dalamnya. Jadi bisa saja paket-paket tersebut memang merupakan multimedia dalam arti luas (mengandung teks, audio, animasi, video, bahkan simulasi) atau hanya terbatas mengandung beberapa media seperti teks dan gambar saja. Apapun media yang dikandungnya, ketiganya secara eksplisit menekankan adanya instruksional yang didesain di dalamnya. Dengan kata lain di dalam pengembangan CAI, CAL atau CBL suatu desain instruksional menjadi kerangka yang mencirikan paket-paket tersebut. Paket yang dirancang dengan pendekatan behavioristik tentu berbeda dengan paket dengan pendekatan kognitif. Sekalipun ketiganya memiliki kesamaan tetapi dari nama yang dikandungnya ketiganya memiliki arti yang berbeda.

Sangat penting bagi seorang pengembang multimedia pembelajaran untuk mengetahui makna dari istilah-istilah seperti CAI, CAL dan CBL. Pemahaman akan istilah-istilah ini penting dalam menentukan paket mana yang akan dikembangkan dan instruksi macam apa yang akan diberikan. CAI, secara umum, bermakna instruksi pembelajaran dengan bantuan komputer yang memiliki karakteristik yang khas : menekankan belajar mandiri, interaktif, dan menyediakan bimbingan (Steinberg, 1991). CAL memiliki arti dan karakteristik yang senada dengan CAI (Rieber, 2000). Sekalipun di sini CAI atau CAL menekankan belajar mandiri hal ini tidak serta merta menunjukkan bahwa CAI atau CAL merupakan suatu medium utama dalam pembelajaran. Pada kenyataannya CAI atau CAL lebih banyak berfungsi sebagai medium pengayaan (enrichment) bagi medium utama, baik medium utama tersebut adalah guru yang mengajar di depan kelas atau buku pelajaran utama yang wajib dibaca oleh siswa. Sementara CBL , sesuai dengan namanya, menunjukkan bahwa komputer dipakai sebagai medium utama dalam memberikan pembelajaran. Pada CBL sebagian besar kandungan dari pembelajaran (the bulk of the content) memang disampaikan melalui medium komputer (Rieber, ibid). CBL, misalnya,  cocok diberikan pada kasus pendidikan jarak jauh. Perbedaan arti dari CAI, CAL dan CBL ini tentu saja mempengaruhi desain instruksional yang dirancang bagi paket-paket tersebut. 

Refrensi
Barton, R.(2004).Teaching Secondary Science with ICT. London: Open University Press.
Bates, A.W.(1995).Technology, Open Learning And Distance Education. London: Routledge.
Fenrich, P. (1997). Practical Guidelines For Creating Instructional Multimedia Applications. Forth Worth : The Dryden Press.

MEMBUAT FILE AUTORUN UNTUK POWERPOINT SHOW

Apa file autorun itu ?
File autorun adalah sebuah file yang memerintahkan sistem operasi windows untuk menjalankan sebuah file aplikasi ( executable  file ).
Biasanya file autorun itu disertakan di dalam satu cakram ( disk/CD  ) bersamaan dengan file aplikasi yang akan dijalankan. Jadi begitu cakram tersebut dimasukkan pada cd-drive , maka secara otomatis windows akan menjalankan file aplikasi ( biasanya ini terjadi kalau kita pakai OS Windows  XP atau versi  windows sebelumnya ), sedangkan  kalau kita memakai OS windows Vista atau 7, kita akan berhadapan terlebih dahulu dengan tampilan Autoplay semacam ini :



Contoh file autorun :


Agar dapat menjalankan tugas sebagaimana mestinya, maka file autorun bersama dengan file aplikasi yang akan dijalankan harus ditempatkan bersama-sama dalamroot  directory dari cakram.
Membuat file autorun sebenarnya sangat sederhana, kita bisa memakai aplikasi penyunting tulisan sederhana semacam Notepad.
Di dalam media pembelajaran ( baik yang dipakai untuk lomba atau tidak ), fileautorun  ini biasa dipakai untuk menjalankan file aplikasi flash ( flash projectordengan ekstensi .exe ). Jadi jika sebuah CD yang berisi file autorun dan file aplikasi flash dimasukkan ke dalam CD-rom, maka sistem Windows  XPakan langsung menjalankan file aplikasi flash...dan  mediapun langsung dijalankan.
Bagaimana kalau kita pakai PowerPoint ? mungkinkah hal itu dilakukan ?
Sebenarnya PowerPoint sudah menyediakan fasilitas semacam itu, yaitu dengan menggunakan PowerPoint viewer. Fasilitas ini disediakan kalau di dalam komputer pengguna tidak terpasang aplikasi PowerPoint. Tetapi, PowerPoint viewer ini punya keterbatasan juga. PPV tidak bisa menjalankan presentasi yang di dalamnya terdapat VBA atau macros. Padahal sekarang banyak media pembelajaran berbasis PP yang menggunakan VBA atau macros.
Nah, kalau hal semacam itu yang Anda hadapi, maka pada kesempatan ini saya akan berbagi bagaimana cara untuk membuat file PowerPoint Show yang kita buat bisa langsung dijalankan ( autorun ) dan tanpa memanfaatkan PowerPoint Viewer.
Sebenarnya kuncinya sederhana saja. Kita cuma perlu mengganti file aplikasi yang semula  berekstensi .exe dengan file aplikasi dengan ekstensi .bat  ( windows batch file ), dan untuk membuatnya cukup pakai Notepad.
Diagramnya begini :
File autorun  -->    menjalankan file *.bat  --> file *.bat menjalankan file *.ppsx atau *.ppsm
Contoh :
Di bawah ini terdapat file autorun yang nanti akan menjalankan file coba.bat, kemudian file coba.bat akan menjalankan file Peluang.ppsm ( PowerPoint Macro-Enabled Slide Show ) :



Baik...langkah-langkahnya sebagai berikut :

Langkah Pertama :
Buat terlebih dahulu file autorun, dengan cara buka Notepad, kemudian ketik kode berikut ...


Simpan file tersebut dengan nama autorun.inf (...ingat ekstensi .inf harus ikut diketik, sebab kalau tidak nanti file tersebut akan tersimpan sebagai file teks biasa dengan ekstensi .txt )


 
Langkah Kedua :
Buat Windows Batch File, dengan cara buka Notepad, kemudian ketik kode berikut :


Pada contoh di atas, file yang akan dibuka adalah file dengan nama Peluang.ppsm, dalam prakteknya file ini dapat diganti dengan file apa saja dan dengan ekstensi apa saja.
Simpan file tersebut pada folder yang sama dengan file autorun yang sudah dibuat pada langkah pertama. Misal file tersebut kita beri nama coba.bat (...ingat ekstensi .bat harus ikut diketik, sebab kalau tidak nanti file tersebut akan tersimpan sebagai file teks biasa dengan ekstensi .txt )



Langkah Ketiga :
Pindahkan file bernama Peluang.ppsm ke dalam folder di mana terdapat fileautorun.inf dan coba.bat yang sudah dibuat pada langkah pertama dan kedua.


 
Nah...tinggal  ketiga file tersebut di-copy pada satu cakram ( cd ).
Satu hal lagi....kalau Anda ingin mencoba membuat cakram autorun,   untuk menghemat pemakaian cakram kosong ( blank cd ), alangkah baiknya jika Anda mencoba terlebih dahulu file-file yang sudah dibuat dengan memanfaatkan aplikasiVirtual CD...semacam Daemon atau Virtual Drive.

MEMBUAT FILE AUTORUN UNTUK POWERPOINT SHOW

Apa file autorun itu ?
File autorun adalah sebuah file yang memerintahkan sistem operasi windows untuk menjalankan sebuah file aplikasi ( executable  file ).
Biasanya file autorun itu disertakan di dalam satu cakram ( disk/CD  ) bersamaan dengan file aplikasi yang akan dijalankan. Jadi begitu cakram tersebut dimasukkan pada cd-drive , maka secara otomatis windows akan menjalankan file aplikasi ( biasanya ini terjadi kalau kita pakai OS Windows  XP atau versi  windows sebelumnya ), sedangkan  kalau kita memakai OS windows Vista atau 7, kita akan berhadapan terlebih dahulu dengan tampilan Autoplay semacam ini :



Contoh file autorun :


Agar dapat menjalankan tugas sebagaimana mestinya, maka file autorun bersama dengan file aplikasi yang akan dijalankan harus ditempatkan bersama-sama dalamroot  directory dari cakram.
Membuat file autorun sebenarnya sangat sederhana, kita bisa memakai aplikasi penyunting tulisan sederhana semacam Notepad.
Di dalam media pembelajaran ( baik yang dipakai untuk lomba atau tidak ), fileautorun  ini biasa dipakai untuk menjalankan file aplikasi flash ( flash projectordengan ekstensi .exe ). Jadi jika sebuah CD yang berisi file autorun dan file aplikasi flash dimasukkan ke dalam CD-rom, maka sistem Windows  XPakan langsung menjalankan file aplikasi flash...dan  mediapun langsung dijalankan.
Bagaimana kalau kita pakai PowerPoint ? mungkinkah hal itu dilakukan ?
Sebenarnya PowerPoint sudah menyediakan fasilitas semacam itu, yaitu dengan menggunakan PowerPoint viewer. Fasilitas ini disediakan kalau di dalam komputer pengguna tidak terpasang aplikasi PowerPoint. Tetapi, PowerPoint viewer ini punya keterbatasan juga. PPV tidak bisa menjalankan presentasi yang di dalamnya terdapat VBA atau macros. Padahal sekarang banyak media pembelajaran berbasis PP yang menggunakan VBA atau macros.
Nah, kalau hal semacam itu yang Anda hadapi, maka pada kesempatan ini saya akan berbagi bagaimana cara untuk membuat file PowerPoint Show yang kita buat bisa langsung dijalankan ( autorun ) dan tanpa memanfaatkan PowerPoint Viewer.
Sebenarnya kuncinya sederhana saja. Kita cuma perlu mengganti file aplikasi yang semula  berekstensi .exe dengan file aplikasi dengan ekstensi .bat  ( windows batch file ), dan untuk membuatnya cukup pakai Notepad.
Diagramnya begini :
File autorun  -->    menjalankan file *.bat  --> file *.bat menjalankan file *.ppsx atau *.ppsm
Contoh :
Di bawah ini terdapat file autorun yang nanti akan menjalankan file coba.bat, kemudian file coba.bat akan menjalankan file Peluang.ppsm ( PowerPoint Macro-Enabled Slide Show ) :



Baik...langkah-langkahnya sebagai berikut :

Langkah Pertama :
Buat terlebih dahulu file autorun, dengan cara buka Notepad, kemudian ketik kode berikut ...


Simpan file tersebut dengan nama autorun.inf (...ingat ekstensi .inf harus ikut diketik, sebab kalau tidak nanti file tersebut akan tersimpan sebagai file teks biasa dengan ekstensi .txt )


 
Langkah Kedua :
Buat Windows Batch File, dengan cara buka Notepad, kemudian ketik kode berikut :


Pada contoh di atas, file yang akan dibuka adalah file dengan nama Peluang.ppsm, dalam prakteknya file ini dapat diganti dengan file apa saja dan dengan ekstensi apa saja.
Simpan file tersebut pada folder yang sama dengan file autorun yang sudah dibuat pada langkah pertama. Misal file tersebut kita beri nama coba.bat (...ingat ekstensi .bat harus ikut diketik, sebab kalau tidak nanti file tersebut akan tersimpan sebagai file teks biasa dengan ekstensi .txt )



Langkah Ketiga :
Pindahkan file bernama Peluang.ppsm ke dalam folder di mana terdapat fileautorun.inf dan coba.bat yang sudah dibuat pada langkah pertama dan kedua.


 
Nah...tinggal  ketiga file tersebut di-copy pada satu cakram ( cd ).
Satu hal lagi....kalau Anda ingin mencoba membuat cakram autorun,   untuk menghemat pemakaian cakram kosong ( blank cd ), alangkah baiknya jika Anda mencoba terlebih dahulu file-file yang sudah dibuat dengan memanfaatkan aplikasiVirtual CD...semacam Daemon atau Virtual Drive.

Kamis, 12 Januari 2012

Sisi Gelap dan Sisi Terang Remaja Indonesia

Kemajuan teknologi yang begitu pesat telah merambah ke pelosok-pelosok negeri. Satelit, parabola yang dapat menangkap banyak channel-channel televisi , mulai dari ujung timur sampai dengan ujung barat, bahkan ujung selatan ke utara. Internet sudah mulai memasuki di kafe-kafe, di warung-warung bahkan di rumah-rumah. Banyak hal positif yang dapat kita ambil dari merebaknya internet tersebut. Namun, tidak sedikit hal-hal negatif yang akan memperngaruhi kehidupan masyarakat, terutama kalangan remaja. Di samping itu maraknya sinetron-sinetron dan film-film layar lebar yang mengupas tentang kehidupan remaja turut pula memberikan andil yang besar terhadap perkembangan remaja dewasa ini. Hal itu disebabkan karena keingintahuan mereka yang sangat tinggi terhadap apa yang mereka lihat. Karena itulah mereka cenderung ingin mengikuti apa yang mereka lihat di televisi, film, dan internet. Padahal yang mereka lihat tidak lain adalah film-film orang dewasa, yang kebanyakan mengajarkan untuk mengkonsumsi narkoba, rokok, pergi ke diskotik, meminum minuman beralkohol, pulang sampai larut malam dan lain sebagainya.

Kita dapat melihat dengan jelas bagaimana kehidupan remaja Indonesia sekarang. Kehidupan remaja Indonesia sekarang sangat berbeda dengan kehidupan remaja pada masa lalu. Kalau orang-orang tua kita mengatakan bahwa dahulu ketika remaja mereka masih tahu bertata krama dan bersopan santun kepada kedua orangtuanya dan kepada orang lain yang lebih tua maka hal itu sudah banyak yang bergeser. Remaja sekarang banyak yang sudah tidak mengerti akan tata krama dan sopan santun. Mereka cenderung lebih berani melanggar peraturan orang tua mereka. Dari cara berpakaian pun antara remaja masa lalu dengan masa kini sudah sangat berbeda. Jika dahulu para orang tua kita menutup auratnya dengan rapi, maka remaja putrisaat ini sudah banyak yang berpakaian setengah jadi, serba ketat, dengan tujuan untuk memamerkan tubuh-tubuh mereka. Karena itulah kita sering mendengar berita-berita kriminal tentang obat-obat terlarang dan pemerkosaan.

Zaman telah berganti, era telah bergulir, banyak dunia perfilman yang menayangkan film kebarat-baratan, yang identik dengan pergaulan bebas dan kekerasan . Itu semua dapat mempengaruhi kehidupan remaja kita, yang sangat berdampak mempengaruhi Sisi Gelap dan Sisi Terang Remaja Indonesia. Di Indonesia sudah banyak remaja putri yang sudah tidak peduli dengan sebuah keperawanan. Bukan hanya di Jakarta saja remaja putri berkelakuan bebas. Di Bandung atau di kota-kota lain pun sudah mulai ada.

Film-film Indonesia abad 21 ini sudah banyak yang menayangkan adegan kebarat-baratan, misalnya, sudah berani berciuman, mencontohkan bagaimana mengisap narkoba, cara berpakaian pun sudah berani mengenakan you can see, tank top, pokoknya sudah berani memamerkan perut, dan organ tubuh lainnya yang termasuk aurat wanita. Banyak musik-musik rock&roll, R&B. Sedangkan musik tradisional kita sudah mulai tidak dikenal lagi. Tari-tarian pun begitu, banyak yang mempelajari tari Ballet, dan break dance.

Anak-anak remaja sudah berani melawan kepada kedua orangtua dengan cara kriminal. Di berita-berita sering ditayangkan, ada seorang remaja meminta sesuatu kepada kedua orangtuanya, orangtuanya tidak mampu membeli apa yang diminta anak tersebut, maka anak itu pun berani memaksa orang tuanya dengan kekerasan bahkan tidak segan-segan mereka berani membunuh orangtuanya (Na'udzubillah min dzalik). Mari kita bayangkan betapa parahnya akhlak yang dimiliki oleh remaja tersebut.
Kita harus menyadari bahwa kita sudah beranjak remaja, karenanya kita harus berhati-hati dalam bersikap. Terutama kepada orang tua yang telah melahirkan kita ke dunia. Balaslah kebaikan kedua orangtua kita dengan rasa kasih sayang kepada mereka berdua.

Tidak mudah memang untuk men-DALATE anak-anak remaja yang sudah terjun ke dunia gelap itu. Mereka yang telah kecanduan awalnya hanya ingin mencoba-coba. Karena itu, kita sebagai anak remaja yang beriman, jauhilah larangkan Tuhan dan ikutilah perintahNya, jangan sungguh-sungguh. Kita memang bukan manusia yang sempurna. Tetapi, kita harus memperbaiki diri kita sendiri sebelum memperbaiki kesalahan orang lain.

Jika ada salah satu teman kita terkena narkoba, merokok atau melakukan kegiatan negatif lainnya, kita sebagai temannya wajib menegurnya. Mereka sedang sangat lemah hatinya, jadi perlu seseorang menemaninya untuk memecahkan permasalahan yang sedang menimpanya, jangan biarkan mereka tenggelam di dunia kegelapan. Niat baik kita untuk memperbaiki teman kita pasti akan diridhoi oleh Tuhan. Mudah-mudahan teman-teman remaja Indonesia kita sadar dan insyaf betapa bahayanya jika mereka mengikuti ajaran-ajaran yang dilarang oleh Agama. 

Terutama bagi remaja putri, jangan sampai mengorbankan harga dirinya hanya untuk kenikmatan dan uang semata. Sebaliknya jika mereka menutupkan auratnya insya Allah bertambah anggun dan mendapat pahala dari Allah. Namun jika mereka membuka auratnya di depan umum, disamping merendahkan harga dirinya sendiri menurut agama Allah pun akan mencatatnya sebagai dosa.. Wahai teman-teman remaja putri dan semua kaum wanita khususnya marilah kita menjaga harga diri kita sebagai wanita. Jangan sampai kita diperalat oleh uang dan kenikmatan dunia yang serba semu. 

Jagalah kehormatanmu. Demi Cita-cita dan Masa Depanmu.

Sisi Gelap dan Sisi Terang Remaja Indonesia

Kemajuan teknologi yang begitu pesat telah merambah ke pelosok-pelosok negeri. Satelit, parabola yang dapat menangkap banyak channel-channel televisi , mulai dari ujung timur sampai dengan ujung barat, bahkan ujung selatan ke utara. Internet sudah mulai memasuki di kafe-kafe, di warung-warung bahkan di rumah-rumah. Banyak hal positif yang dapat kita ambil dari merebaknya internet tersebut. Namun, tidak sedikit hal-hal negatif yang akan memperngaruhi kehidupan masyarakat, terutama kalangan remaja. Di samping itu maraknya sinetron-sinetron dan film-film layar lebar yang mengupas tentang kehidupan remaja turut pula memberikan andil yang besar terhadap perkembangan remaja dewasa ini. Hal itu disebabkan karena keingintahuan mereka yang sangat tinggi terhadap apa yang mereka lihat. Karena itulah mereka cenderung ingin mengikuti apa yang mereka lihat di televisi, film, dan internet. Padahal yang mereka lihat tidak lain adalah film-film orang dewasa, yang kebanyakan mengajarkan untuk mengkonsumsi narkoba, rokok, pergi ke diskotik, meminum minuman beralkohol, pulang sampai larut malam dan lain sebagainya.

Kita dapat melihat dengan jelas bagaimana kehidupan remaja Indonesia sekarang. Kehidupan remaja Indonesia sekarang sangat berbeda dengan kehidupan remaja pada masa lalu. Kalau orang-orang tua kita mengatakan bahwa dahulu ketika remaja mereka masih tahu bertata krama dan bersopan santun kepada kedua orangtuanya dan kepada orang lain yang lebih tua maka hal itu sudah banyak yang bergeser. Remaja sekarang banyak yang sudah tidak mengerti akan tata krama dan sopan santun. Mereka cenderung lebih berani melanggar peraturan orang tua mereka. Dari cara berpakaian pun antara remaja masa lalu dengan masa kini sudah sangat berbeda. Jika dahulu para orang tua kita menutup auratnya dengan rapi, maka remaja putrisaat ini sudah banyak yang berpakaian setengah jadi, serba ketat, dengan tujuan untuk memamerkan tubuh-tubuh mereka. Karena itulah kita sering mendengar berita-berita kriminal tentang obat-obat terlarang dan pemerkosaan.

Zaman telah berganti, era telah bergulir, banyak dunia perfilman yang menayangkan film kebarat-baratan, yang identik dengan pergaulan bebas dan kekerasan . Itu semua dapat mempengaruhi kehidupan remaja kita, yang sangat berdampak mempengaruhi Sisi Gelap dan Sisi Terang Remaja Indonesia. Di Indonesia sudah banyak remaja putri yang sudah tidak peduli dengan sebuah keperawanan. Bukan hanya di Jakarta saja remaja putri berkelakuan bebas. Di Bandung atau di kota-kota lain pun sudah mulai ada.

Film-film Indonesia abad 21 ini sudah banyak yang menayangkan adegan kebarat-baratan, misalnya, sudah berani berciuman, mencontohkan bagaimana mengisap narkoba, cara berpakaian pun sudah berani mengenakan you can see, tank top, pokoknya sudah berani memamerkan perut, dan organ tubuh lainnya yang termasuk aurat wanita. Banyak musik-musik rock&roll, R&B. Sedangkan musik tradisional kita sudah mulai tidak dikenal lagi. Tari-tarian pun begitu, banyak yang mempelajari tari Ballet, dan break dance.

Anak-anak remaja sudah berani melawan kepada kedua orangtua dengan cara kriminal. Di berita-berita sering ditayangkan, ada seorang remaja meminta sesuatu kepada kedua orangtuanya, orangtuanya tidak mampu membeli apa yang diminta anak tersebut, maka anak itu pun berani memaksa orang tuanya dengan kekerasan bahkan tidak segan-segan mereka berani membunuh orangtuanya (Na'udzubillah min dzalik). Mari kita bayangkan betapa parahnya akhlak yang dimiliki oleh remaja tersebut.
Kita harus menyadari bahwa kita sudah beranjak remaja, karenanya kita harus berhati-hati dalam bersikap. Terutama kepada orang tua yang telah melahirkan kita ke dunia. Balaslah kebaikan kedua orangtua kita dengan rasa kasih sayang kepada mereka berdua.

Tidak mudah memang untuk men-DALATE anak-anak remaja yang sudah terjun ke dunia gelap itu. Mereka yang telah kecanduan awalnya hanya ingin mencoba-coba. Karena itu, kita sebagai anak remaja yang beriman, jauhilah larangkan Tuhan dan ikutilah perintahNya, jangan sungguh-sungguh. Kita memang bukan manusia yang sempurna. Tetapi, kita harus memperbaiki diri kita sendiri sebelum memperbaiki kesalahan orang lain.

Jika ada salah satu teman kita terkena narkoba, merokok atau melakukan kegiatan negatif lainnya, kita sebagai temannya wajib menegurnya. Mereka sedang sangat lemah hatinya, jadi perlu seseorang menemaninya untuk memecahkan permasalahan yang sedang menimpanya, jangan biarkan mereka tenggelam di dunia kegelapan. Niat baik kita untuk memperbaiki teman kita pasti akan diridhoi oleh Tuhan. Mudah-mudahan teman-teman remaja Indonesia kita sadar dan insyaf betapa bahayanya jika mereka mengikuti ajaran-ajaran yang dilarang oleh Agama. 

Terutama bagi remaja putri, jangan sampai mengorbankan harga dirinya hanya untuk kenikmatan dan uang semata. Sebaliknya jika mereka menutupkan auratnya insya Allah bertambah anggun dan mendapat pahala dari Allah. Namun jika mereka membuka auratnya di depan umum, disamping merendahkan harga dirinya sendiri menurut agama Allah pun akan mencatatnya sebagai dosa.. Wahai teman-teman remaja putri dan semua kaum wanita khususnya marilah kita menjaga harga diri kita sebagai wanita. Jangan sampai kita diperalat oleh uang dan kenikmatan dunia yang serba semu. 

Jagalah kehormatanmu. Demi Cita-cita dan Masa Depanmu.

Jumat, 23 Desember 2011

Melindungi CD dari Pembajakan (CD Protection Software)

Tujuan memproteksi cd adalah untuk menghindari pembajakan dari orang lain. Permasalahan yang sering muncul bagi kita adalah bagaimana cara memberikan perlindungan untuk hasil karya yang dibuat, yaitu dengan memberikan sistem Proteksi Pada CD menggunakan sistem teknologi software yang canggih sehingga sulit dibobol.
Pada saat ini penggandaan CD telah banyak dilakukan secara ilegal sehingga banyak para produsen yang membuat suatu karya baik itu berupa software, lagu, film, data, karya MPI (media pembelajaran interaktif) dan lain-lain, yang banyak digandakan oleh orang tidak bertanggung jawab sehingga hasil karya tersebut tidak dapat dinikmati oleh anda pembuatnya.  
CD Protection Software

  • SecuROM
Proteksi komersial dari Sony DADC (https://www2.securom.com/). Kesamaan SecuROM dengan SafeDisc adalah bahwa SafeDisc tampaknya berdasarkan SecuROM. Tampak dari adanya file CMS16.DLL, CMS_95.DLL, atau CCMS_NT.DLL pada CD yang diproteksi dengan SecuROM.
  • CD Cops
Produk komersial dari Link Data Security (www.linkdata.com). Mengenali CD asli dan menolak copy-nya. Dikenali dari tampilnya window sewaktu program di-start selain adanya file CDCOPS.DLL serta file dengan ekstensi .GZ_ dan W_X dalam CD.
  • LaserLock
Software proteksi komersial MLS Laser- Lock International (www.laserlock.com) yang membentuk direktori yang tidak terlihat berisi file-file unreadable errors. Encoding software ini digunakan bersama suatu laser mark sewaktu CD diproduksi,yang membuatnya mustahil untuk di-copy (seharusnya), tetapi anda dapat meng-copy-nya ke harddisk atau men-set CD burner untuk meng-ignore error yang muncul.
  • SafeCast
Dari C-Dilla (www.c-dilla.com) yang juga mengembangkan SafeDisc (kini bagian dari Macrovision). Ditujukan untuk tim pengembang dan mencegah program di-copy sewaktu pengembangan.
  • SafeDisc
dibuat oleh Macrovision Corporation (http://www.rovicorp.com/). saat ini paling banyak digunakan sekarang ini oleh pengembang game software seperti Ubi Soft Entertainment, GT Interactive, Interplay Entertainment, Microprose, Red Storm Entertainment, Take2 Interactive, TalonSoft, Electronic Arts, serta juga Microsoft.
  • DiscGuard
DiscGuard dari TTR Technologies (www.ttrtech.com) mengemas proteksinya dalam executable file pada CDdan meng-encode-nya, setelah itu suatu digital code pada CD original akan digunakan untuk mengencode-nya. Apabila pemakai mencoba meng-copy CD ini, digitalcode-nya tidak akan ter-copy dengan benar.
Dan masih banyak lagi software perlindungan / proteksi cd dari pembajakan.