Kamis, 09 Februari 2012

Unair-Unesa Sediakan 800-an Kursi untuk Siswa Miskin

SURABAYA, KOMPAS.com - Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) masing-masing menyediakan kuota sekitar 800 kursi yang diperuntukkan bagi siswa miskin melalui beasiswa Bidik Misi yang berminat menjalani pendidikan di universitas tersebut. Kursi-kursi itu mulai diperebutkan melalui seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur undangan yang dibuka sejak 1 Februari hingga 8 Maret mendatang. 

Seleksi Bidik Misi akan kembali digelar pada pelaksanaan ujian atau tes Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

“Seluruh PTN memang harus menyediakan kuota mahasiswa Bidik Misi sebanyak 20 persen. Tahun ini, kuota Bidik Misi Unesa 800,” kata Pembantu Rektor I Unesa Prof Kisyani Laksono, Senin (6/2/2012).

Sesuai aturan, siswa yang saat ini duduk di kelas XII bisa memanfaatkan kesempatan kuliah gratis. Salah satu syarat utama adalah pendapatan keluarga. Tidak ada nominal yang pasti, tetapi sejauh memang pendapatan ornagtua dinilai kurang, maka bisa masuk kategori Bidik Misi. Meski pendapatakan keluarga Rp 3 juta per bulan tapi harus memiliki tanggungan besar, tempat tinggal, dan kebutuhan lain, masuk dalam Bidik Misi ini. Bahkan, dalam aturan juga menyebutkan pendidikan orangtua boleh S-1.  

“Sekarang tinggal kemauan siswa yang bersangkutan. Selama dia pintar, biaya bukan halangan. Yang penting pintar, lolos tes, semua biaya pendidikan ditanggung pemerintah. Silakan kesempatan ini dimanfaatkan,” kata Kisyani.

Sementara itu, kuota yang disediakan Unair sebesar 850 kursi lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 450 kursi. Para siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu berkesempatan mengikuti program ini. Selain dibebaskan dari seluruh biaya kuliah, mereka juga berhak menerima biaya tunjangan hidup sebesar Rp 600.000 per bulan selama mengikuti kuliah.  

“Kuota mahasiswa kurang mampu atau Bidik Misi di Unair sebanyak 850. Kalau mereka lolos baik jalur undangan maupun tes SNMPTN, semua biaya kuliah ditanggung pemerintah. Bahkan biaya hidup juga dijamin,” kata Wakil Rektor I Unair, Prof Achmad Syahrani.

Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unair ini mengatakan, kendala biaya tak boleh menjadi hambatan bagi siswa kurang mampu untuk mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi. 

“Prestasi teman-teman mahasiswa Bidik Misi di Unair juga banyak yang berprestasi. Ini merupakan bukti bahwa jika diberi kesempatan, mereka bisa,” kata Syahrani.

0 komentar:

Poskan Komentar